Mari Beramal

2 Komentar

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Terima kasih kepada Ibu/Bpk/Sdr/Sdri yang telah beramal dana pembangunan masjid Baituttaqwa Rayung Peniron, semoga amal Ibu/Bpk/Sdr/Sdri diterima Allah SWT.
Diberitahukan bahwa dana masjid di rek A.n Sdr. Sukandar s.d 12-05-2009 Rp 6.291.110,- dan diambil Rp. 6 juta diserahkan oleh Sukandar kepada Shodiqin (ketua panitia) di Peniron pada tgl 22-03-2009.
Saldo Rp 291.110,-

Pembangunan masjid blm selesai karena kekurangan dana. Mari kita beramal dg mengisi rek BRI no. 0122 0104 3058 507 a.n. Sukandar.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Supardi

==>> tulisan di atas saya olah dari sms yang saya terima dari salah satu Panitia..
Saya publikasikan di sini karena siapa tau ada teman2 di sini yang tergerak untuk beramal.. Monggo..

Iklan

Kisruh PNPM

26 Komentar

PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri Perdesaan di Peniron sudah masuk proses Penentuan usulan desa untuk diusulkan di forum Musyawarah Antar Desa (MAD) ditingkat kecamatan.
Forum penentuan yang disebut Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) dan Musyawarah Desa Penetapan (MDP) yang dilaksanakan pada hari Selasa 21 April 2009 itu disamping menetapkan usulan desa juga menetapkan Tim MAD dan Tim Penulis Usulan. Penetapan usulan desa dipilih dari beberapa usulan dari tingkat Kadus/Kelompok. Disamping usulan fisik, ada juga usulan Simpan Pinjam Perempuan yang bersifat wajib sebesar 25% dari total nilai usulan.

Dari hasil MDKP, terpilih usulan untuk diajukan ke MAD adalah:
1. Pembangunan jalan/rabat beton Curug-Silampeng-Sibango-Batas Desa Pengaringan sepanjang 2200 m
2. Simpan Pinjam
3. Pelatihan keripik singkong.

Proses musyawarah sebenarnya sudah berjalan lancar, adil dan demokratis. Tetapi begitu acara selesai timbul gejolak di Kadus Perkutukan yang dipicu kekecewaan usulan dusun Perkutukan tidak lolos ke MAD. Bahkan dari 8 wakil Perkutukan, hanya 2 yang menyetujui usulannya yaitu rabat beton. Bahkan pada malam itu sebagian warga sudah berkumpul yang konon akan berdemo ke balai desa. Beberapa perwakilan masyarakat akhirnya menemui Kades untuk minta klarifikasi. Beberapa hal yang menjadi keberatan mereka antara lain: kedatangan undangan yang sangat mepet waktunya dan jumlah peserta yang dibatasi. Lagi

Menikmati Free Hotspot di Kebumen

39 Komentar

Internet sudah menjadi bagian kehidupan. Pun di Kebumen sebagai kota kecil, geliat penggunaan internet sudah cukup tinggi. Paling tidak dibandingkan dengan 2 tahunan yang lalu, keberadaan warung-warung internet (warnet) sekarang mungkin sudah meningkat 3-4 kali lipat jumlahnya.  Di kota Kebumen saja sekarang ada lebih dari 15 warnet dan selalu penuh sepanjang jam sibuk. Sangat luar biasa untuk sebuah kota kecil.

Mengapa luar biasa? Karena disamping keberadaan warnet, kota Kebumen sudah mempunyai beberapa tempat yang menyediakan internet gratis dengan fasilitas free hotspot area. Diawali dari beberapa kantor yang ditujukan untuk kalangan sendiri, belakangan ini sudah banyak tempat menyediakan fasilitas hotspot gratis.

Bagi wong Bumen yang kebetulan mudik, atau pendatang yang sedang singgah di Kebumen tak perlu kuatir walaupun Anda di kota kecil. Masalah akses internet, Kebumen tak kalah dari kota besar, paling tidak tidak kalah dari tetangga kota kecil lainnya. Selain banyaknya warnet,  Anda dapat menikmati layanan hotspot gratis. Free Hotspot antara lain:

Lagi

Grup Penironan Di Facebook

10 Komentar

Aktifitas yang padat membuat blog ini kembali terbengkalai. Berbulan-bulan media ini tidak menyajikan info apapun kendati sebenarnya banyak sekali info yang layak tayang. Beruntung masih ada teman-teman yang berkenan masuk dan tilik gubug ini mesti dalam kondisi tanpa penghuni.
Bahkan karena lama nda diupdate, blog ini ternyata turun rating dari PR 3 menjadi PR 1. Eman-eman sebenarnya ketika blog ini sedikit banyak sudah seperti salah satu media komunitas.. Disamping itu, eman-eman juga ketika blog yang sudah ikut berjasa mencarikan kita teman, harus hilang dan kita kehilangan komunikasi itu.
Didorong eman-eman itulah, saya merasa tetap tak tega meninggalkannya. Semampu saya, sedikit-sedikit waktu saya akan saya sisihkan untuk tilik dan nguri-uri media ini. Lagi

Jalan Klatak Ambles Lagi

8 Komentar

Derita masyarakat Peniron dan sekitarnya belum habis. Setelah jalan rusak puluhan tahun dan belum lama ini Jembatan Klapasawit ambles, sekarang jalan Klatak/Kudu yang pada tahun 1991 ambles kini terancam putus kembali. Memang tanah di daerah itu selalu bergerak sehingga pada tahun 2007 seluruh warga Klatak direlokasi ke tempat aman. Pengaruh tanah bergerak itulah yang membuat jalan sepanjang 300an meter disekitar Klatak ikut ambles. Disamping labilnya tanah, kondisi itu juga dipengaruhi oleh aktifitas penambangan pasir dibawah Klatak (Kadus Bak) yang hanya berjarak 100an meter.
Saat ini, jalan yang ambles itu sudah mencapai panjang sekitar 10 meter dengan kedalaman 1 meter lebih. Kerusakan ini sudah dilaporkan ke Pemkab dan Dinas terkait, tetapi untuk realisasi perbaikan belum diketahui kapan. Jika tidak diperbaiki, jalan itu terancam kembali longsor dan putus seperti tahun 1990 lalu.

Menjadi Jaka Tingkir di Kali Luk Ulo

12 Komentar

Kesaktian Jaka Tingkir, seorang muda dari Pengging yang akhirnya menjadi raja Pajang berjuluk Sultan Hadiwijaya sudah begitu melegenda. Seorang sakti sekaligus ambisius hingga mengantarnya menjadikan Pajang, yang dahulunya hanya kadipaten dibawah kekuasaan kesultanan Demak mampu berbalik dan menjadi kerajaan besar hingga sampai ke daerah Madura.

Cerita kesaktian Jaka Tingkir salah satunya adalah ketika dia mampu menaklukan kawanan buaya putih tatkala menyeberang sungai Bengawan Solo dengan rakitnya. Dengan kesaktiannya, kawanan buaya itu bahkan menjadi abdi dengan mendorong rakitnya menyusuri sungai Bengawan Solo. Lagi

Jalan Rusak, Akhirnya Masyarakat Bereaksi Juga

34 Komentar

Ada yang agak berbeda ketika lewat jalan rusak di Peniron sekarang. Seperti pada gambar, sebuah poster terpampang dengan tulisan mencolok mirip slogan milik pasangan pilpres dulu.

Yang pasang tidak tahu siapa, tetapi saya yakin hal itu dilakukan oleh kelompok yang sangat peduli dengan kondisi keprihatinan bertahun-tahun. Mereka hanya berusaha mencari perhatian karena selama ini memang kurang diperhatikan. Dan, sah-sah saja masyarakat berekspresi, bahkan bentuk unjuk rasa seperti ini masih terlalu santun jika melihat betapa pemerintah tak pernah berpihak pada masyarakat daerah ini.

Semoga ekspresi awal ini menjadi yang terakhir jika pihak terkait akan merespon gelisahnya masyarakat. Jika tidak, sangat wajar jika masyarakat mengekspresikannya dengan bentuk yang lebih demonstratif lagi.

Older Entries Newer Entries