PERANG IKLAN MENUJU KURSI DEWAN

15 Komentar

Calon wakil rakyat ternyata hanya berani perang gambar, belum ada yang berani perang visi apalagi memberikan pendidikan politik. Lihatlah deretan poster caleg di pertigaan jembatan bengkek. Sampai mendekati Pemilu legislatif nanti, jumlah poster-poster itu pasti bertambah banyak. 
Silahkan dikomentari, artikel diposting belakangan.
Iklan

Kaos Unik Wong Bumen

22 Komentar

kaos-wong-bumenGambar di samping adalah gambar pada kaos bagian belakang. Secara tak sengaja saya menemukannya saat nonton pertunjukan kuda lumping di desa Peniron. Yang pakai juga anak Peniron tetapi setahu saya dia jarang di rumah karena bekerja di Jakarta/Bandung. Walaupun saya tidak tahu namanya –dan tak sempat berkenalan– tapi saya tahu dia anak dukuh Bak.

Kaos itu menarik perhatian saya karena unik memodifikasi sebuah logo dari perusahaan internasional menjadi logo identitas bertuliskan Wong Bumen. Di samping itu, kreatifitas pada kaos mengingatkan saya pada blog bikinan Kang Tajib yang dulu pernah moncer.

Saya juga iseng mengirim pesan lewat email yang tertera pada kaos itu tapi belum ada jawaban sampai sekarang. Adakah komunitas Wong Bumen seperti terbaca dalam kaos itu, ataukah itu hanya buah  kreativitas produsen kaos? Lagi

YANG UNIK DI RAJABAN

7 Komentar

Dokumentasi dari peringatan Isro Mi’roj 1429 H desa Peniron berikut menggambarkan, betapa antusiasnya masyarakat Peniron mendukung PHBI. Jikapun bagi Anda mungkin biasa, minimal itu luar biasa menurut kami.

Luar biasa karena ditengah himpitan kesulitan akibat melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, ditengah banyaknya kebutuhan untuk sekolah anak-anaknya, ditengah ramainya musim kondangan, ditengah wabah kecemburuan sosial akibat dampak BLT, dan ditengah kegagalan panen akibat musim kering, masyarakat tetap teguh menjunjung budaya “ndesa”nya.

Di samping seni janeng, yang dulu sempat membawa Peniron menjadi begitu dikenal di Kebumen, hal unik lain adalah kehadiran “besek” (dus wadah katering nasi kalau dikota, tetapi ini terbuat dari bambu) serta oleh-oleh untuk para hadirin.

Besek merupakan oleh-oleh/bingkisan tamu umum, sedangkan tamu kelas “bisnis” berupa dus bekas mie instan yang berisi (berdasarkan yang saya dapat beserta 100 tamu lain): nasi beserta lauk komplit, telor bebek 5 biji, gula dan teh, sprite kaleng, roti cokelat 1 pak dan segepok buah. Untuk tamu “eksekutif” konon lebih “wah” lagi, apalagi untuk tamu “VIP”.

Mudah2an “budaya” baru ini tidak lantas berkembang lebih “parah” sehingga beban masyarakat menjadi bertambah lagi bahkan mengalahkan biaya untuk pendidikan dan hidup sehari-hari.

CUPLIKAN FOTO DOKUMENTASI PILKADES

4 Komentar


Sebagian foto-foto konvoi kemenangan dari pendukung salah satu Calon pada Pilkades Peniron 2007.



Foto ini diambil setelah perhitungan suara menghasilkan keunggulan salah satu calon. Mudah-mudahan euphoria kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan untuk Peniron yang lebih baik. Yang tak lantas hilang dan selesai begitu saja, karena Peniron tidak membutuhkan kebersamaan karena euphoria sesaat, tetapi kebersamaan yang dilandasi oleh komitmen kuat untuk memajukan Peniron bersama-sama.

Mudah-mudahan calon yang telah diantar menjadi pemimpin juga selalu ingat dan menjaga amanah yang dibebankan kepadanya. Menjadi pemimpin yang memegang teguh janji dan mau mendengar, melihat, merasakan dan memperjuangkan kemauan rakyatnya. Bukan hanya berjalan menuruti kemauan pribadinya.

CUPLIKAN FOTO DOKUMENTASI PILKADES

7 Komentar

Sebagian foto dokumentasi itu :




Sebenarnya mau saya upload ke Flickr atau Photobucket tapi karena selama ini saya internetan pake modem Hp, jadi eman-eman karena saat ini lagi ngirit untuk mengantisipasi kenaikan BBM.
mASIH banyak foto-foto lain. Bagi anda yang menginginkan foto-foto Peniron untuk dikoleksi, silahkan donasikan uang anda untuk ditukar dengan pulsa.

Atau kirimkan minat anda via buku tamu dan akan kami transfer secara cuma-cuma via email.
Ha…ha..