Beberapa minggu ini, saya memang tidak sempat menulis. Walaupun sering online, saya hanya sebatas membaca dan memberi komentar kalau sempat. Dengan waktu yang sulit dibagi serta banyak pekerjaan, update dan menulis terpaksa saya tunda dulu. Mau bagaimana lagi lha wong memang pekerjaan saya bukan tukang ngeblog kok. hehe. Saya memang sempat update blog, itupun cuma upload gambar golak ama masukin banner gratisan di blog yang sekarang ternyata error. Hehe

Sebenarnya banyak berita dari kampung, tetapi sayangnya kok teman-teman lain nda mau andil untuk jadi kontributor. Sayangnya akhir-akhir ini saya tidak begitu kober. Nda sempat ngalor ngidul yang biasanya minimal setiap mingguan. Idealnya memang, ada teman-teman lain yang mau menjadi kontributor, misalkan tidak menulis, paling tidak memberi informasi berikut gambar pada saya yang kemudian akan saya masukkan ke sini. Padahal dikampung ada Mas Sinun, Mas Memed dkk yang sudah bolak-balik saya undang untuk jadi kontributor. Tapi mereka-mereka sepertinya lebih memilih nyari duit sih, jadi ya gemana lagi. Saya juga maklum karena aktifitas ngeblog seperti ini memang cuma buang-buang energi saja. Doakan saja saya juga besok akan sadar seperti mereka. hahaha

Berita yang akan saya tulispun, sebagian karena saya mendapat gambar foto dari Mas Kasidin, kaur Kesra yang baru. Kebetulan seharian tadi (kemarin), saya ketemu beliau diacara MAD PNPM Mandiri Perdesaan di Aula P & K Kec. Pejagoan. Di acara itu, secara tak terduga saya malah ketiban sial karena dipilih menjadi sekretaris BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Kec. Pejagoan. Mulanya, saya bahkan dipilih untuk menjadi ketua, beruntung ada teman dari desa Karangpoh yang berbaik hati mengalah menjadi ketuanya. Saya bilang sial karena dari hampir seratus orang yang hadir, tak ada yang berminat menjadi pengurus BKAD termasuk saya. Alasannya, disamping diberi tanggung jawab berat juga tidak ada honornya! hahaha..

AMELIA AHMAD YANI datang ke desa Peniron

Ini berita yang pertama. Amelia A. Yani, putri alm. Jendral (anumerta) A. Yani pahlawan revolusi kemarin selasa, 17 Pebruari 2009 datang ke Peniron. Kedatangan beliau yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dalam rangka silaturahmi dengan kader dan simpatisan PPRN. Silaturahmi politik itu berlangsung di rumah Kadi Prayitno, Kudu/Bak dan dihadiri oleh sekitar 250 orang. Disamping sambutan politik dan silaturahmi, juga dihibur oleh organ tunggal.

Bagi orang Peniron dan sekitarnya, kunjungan ibu Amelia A. Yani adalah sebuah sejarah, dimana baru kali ini seorang ketua umum Partai (walaupun dari partai baru) mau berkunjung ke wilayah Kebumen utara. Padahal pejabat Kebumen sendiri seperti malas berkunjung ke sini. Memang, tidak harapan ketika melihat kapasitas partai ini, terutama jika realitas politik setelah Pemilu 2009 tidak ada perubahan berarti dari keadaan sekarang. Tetapi jika berpikir positif, kunjungan itu merupakan kehormatan ditengah kondisi daerah ini yang seperti dianak tirikan penguasa bertahun-tahun.

Pokoke nda ngimpi tiba-tiba wong Peniron bisa salaman, makan bareng, bertatap muka bahkan berjoged bareng anak Jendral Ahmad Yani yang dulu hanya kita lihat di film yang wajib diputar menjelang tanggal 1 Oktober itu.

Mudah-mudahan, kedatangan beliau memberi manfaat bagi daerah Peniron dan sekitarnya. Sebenarnya tanpa kedatangan ibu Amelia A. Yani pun, sudah seharusnya ada perubahan pola pikir menjelang Pemilu 2009 dan berikutnya bahwa saatnya wong Peniron tidak menjual diri demi kepentingan sesaat.