pelantikan-barack-obamaPelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama semalam memang sangat spektakuler. Spektakuler karena disamping dihadiri jutaan manusia yang menyaksikan langsung di National Mall, Washington, pelantikan itu juga pasti disaksikan ratusan juta orang melalui televisi di seluruh dunia. Sebagian bahkan merayakan dalam bentuk kelompok disuatu tempat, mirip acara nonton bareng sebuah acara musik atau olahraga. Di Indonesiapun, ada sebagian orang/kelompok yang melakukan hal itu. Ya, sihir Obama memang begitu digdaya sehingga melahirkan ikatan emosional penduduk lain negara. Entah itu karena Obama atau entah itu karena Amerika, saya tidak tahu..

Menonton acara itu, saya dan sebagian orang Indonesia (minimal istri saya) jadi membandingkan, betapa jauh jika dibandingkan dengan acara serupa di negara ini. Itu juga yang menjadikan acara semalam sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat sebagian orang dari segala lapisan.

Disamping menciptakan beberapa rekor, pelantikan presiden kulit hitam pertama dalam sejarah AS juga menyisakan beberapa pelajaran berharga bagi kita. Dibawah ini beberapa yang bisa saya tangkap untuk diperbandingkan dengan negara kita, seperti:

  1. Pelantikan presiden sekelas negara Amerika disaksikan secara langsung oleh lebih dari 2 juta orang masyarakatnya. Di Indonesia, boro-boro menyaksikan langsung.
  2. Selama pelantikan saya hanya melihat bendera-bendera Amerika ditengah jutaan orang yang hadir. Tidak ada bendera partai politik seperti di Indonesia.
  3. Pelantikan Barack Obama konon diadakan dalam situasi ekonomi Amerika yang sedang sedikit terpuruk. Tetapi krisis sepertinya menjadi kesadaran baru nasionalisme rakyat Amerika untuk bersatu keluar dari krisis. Indonesia malah terpecah-pecah pada saat krisis.
  4. Sebelum memulai acara pelantikan, konon Ia dan isterinya Michelle, serta Wakil Presiden terpilih Joe Biden dan isterinya Jill, terlebih dulu menghadiri acara ramah-tamah minum kopi bersama Presiden George Bush di Gedung Putih. SBY dan Mega minum kopi bareng? Tiap Agustusan hormat bendera saja sendiri-sendiri!
  5. Acara pelantikan dihadiri beberapa mantan presiden dan wakil presiden sebelum Obama. Di Indonesia…?
  6. Ketika Obama terpilih menjadi presiden, dia menggandeng sebagian kompetitor saat kampanye pencalonan presiden untuk menjadi bagian kabinetnya. Di Indonesia kompetiror yang kalah akan memecat kadernya yang mau masuk kabinet..
  7. Biaya pelantikan Barack Obama konon mencapai Rp. 1.4 trilyun! Indonesia pasti tidak mampu wong uangnya mending dikorupsi!
  8. Jutaan orang yang menyaksikan pelantikan terlihat sangat begitu tertib. Tidak berdesak-desakan serta hanya ber-aplaus dan mengibarkan bendera nasional kecil. Mungkin di sana sudah tidak ada asongan dan copet kali ya? Hehe

Saya tak bermaksud mentertawakan negara sendiri seperti acara Republik Mimpi di televisi itu. Saya hanya ingin, ada kesadaran baru tentang diri kita bahwa kita belajar banyak belajar untuk keluar dari krisis dan menjadi negara yang besar. Jangan melihat Amerika dari sisi buruknya saja, apalagi sekedar mengikuti arus opini.

Belajarlah bagaimana Amerika mengelola nasionalismenya, bagaimana elit politik dan rakyatnya berkomunikasi secara elegan dan cerdas karena memang tidak ada yang bodoh dan membodohi, dan bagaimana semangat rakyat Amerika demi perubahan negaranya.

Belajar dari Amerika tidak hanya dari moment pelantikan Barack Obama itu, karena saya yakin masih banyak hal lain yang bisa dipelajari seperti pendidikan, ekonomi dan lainnya. Mari kita bijak, dan kalau kita sudah pinter dan kuat seperti Amerika itu, baru kita berteriak “lawan hegemoni Amerika!”

(foto: Reuters)