Tahun 2008 telah berlalu dan alhamdulillah kita masih diberi kesempatan menapak tahun 2009 ini. Sebuah siklus waktu yang setiap tahun akan selalu berulang. Menjadikan kita semakin tua dan umur kita di dunia semakin sedikit.

Berganti dan bertambahnya tahun disambut dengan segenap suka cita, tetapi saya malah tak ingin tahun ini terus bertambah. Saya ingin kembali lagi mulai dari tahun 1980an, dimana masa kecil dan remajaku pernah kujalani. Tahun 80’an dimana saya mulai mengenal sekolah dan menjadi dewasa karena disunat, tahun 90’an ketika saya masuk sekolah menengah sampai mengenal dunia kampus.

Diusiaku yang ke 34 kini, saya merasa banyak sekali waktu yang telah kulalui sia-sia hingga waktu SMA saya lalui selama 5 tahun dengan 4 kali pindah sekolah.
Tak perlu kuceritakan panjang lebar karena semua sudah kuanggap menjadi bagian masa lalu. Tanpa melalui itu, saya tak mungkin sampai seperti sekarang.

Kalau bisa waktu saya putar, saya hanya ingin mengulang hidup dari setahun lalu. Membuang lakon yang membuat saya terjerumus dalam kungkungan perang batiniah seperti sekarang.

Andai waktu bisa kuputar, saya tak mau menjadi bagian dari aktivis kampung dan memilih menjadi manusia merdeka. Disamping saya tak mampu, saya bosan dan jenuh dengan segala macam kata idealis dan retorik yang selalu menjadi hiasan bibir belaka. Bahkan ternyata dibalik itu banyak sekali kemunafikan…….

Karena sudah terlewat, maka ditahun 2009 ini semoga dapat kita lalui lebih baik. Berkacalah dengan melihat kekurangan diri dan memperbaikinya. Jika itu kita lakukan, bukankah kita tak perlu mempermasalahkan kekurangan orang lain?