Hari Jum’at 19 Desember selepas maghrib, saya kedatangan seorang petugas asuransi yang kebetulan teman istri saya. Kedatangannya untuk menagih utang saya karena kebetulan akhir bulan ini jatuh tempo saya membayar premi asuransi pendidikan untuk anak saya yang harus dibayar setiap akhir tahun.

Karena urusan ini sudah saya serahkan sepenuhnya kepada istri, maka saya merasa tak perlu menemuinya. Saya malah lebih asyik main balapan MotoGP dikomputer dengan keponakan, yang kebetulan sedang libur sekolah dan menginap dirumah. Saya sebenarnya tidak terlalu menyukai game, cuma karena ada partner main, itung-itung ini kesempatan untuk refreshing otak.

Maka di ruang sebelah kubiarkan Mba Hasti petugas itu dan istriku menyelesaikan urusannya dan berlanjut mengobrol. Sengaja saya membiarkan mereka ngobrol sementara saya tetap asyik dengan keponakanku di ruang komputer sampai akhirnya ada obrolan mereka –kudengar jelas karena ruang yang bersebelahan- yang membuat saya tertarik.

“Sekarang hati-hati lho Mba, banyak sindikat wanita muda perayu Om-Om!” kata Mba Hasti.

“Masa sih Mba?” tanya istriku seperti ingin meyakinkan.

“Iya bener, sudah banyak kejadiannya!” jawab Mba Hasti.

“Teman saya sudah mengalaminya, suaminya sudah setahun kecantol wanita lain!” kata Mba Hasti lagi.

“Kejadian seperti ini sudah banyak, yang diincar adalah Om-Om bermobil. Pelakunya adalah anggota sindikat yang menggunakan wanita demi tujuan mendapatkan harta” papar Mba Hasti panjang lebar.

“Kan itu tergantung Om-Omnya juga Mba, kalau tidak mau dirayu ya nggak bakal kena!” kata istriku. (pasti istriku nggak kuatir, soalnya kami kan nggak punya mobil. he he he)

“Sindikat itu menggunakan wanita muda dan menggunakan semacam ilmu gendam atau guna-guna” terang Mba Hasti.

“Teman saya, (konon istri pejabat di Kebumen-red) sudah melakukan ikhtiar ke kyai agar suaminya lepas dari wanita simpanannya itu, tetapi kata Kyai, wanita dan jaringannya juga punya ilmu gendam yang lumayan tinggi!” Mba Hasti berusaha lebih meyakinkan istriku.

Di sini saya jadi semakin tertarik. Apalagi di tempat saya bekerja juga lagi santer beredar isu seorang rekanan yang juga aktivis beberapa organisasi baru berpoligami dengan wanita muda. Isu itu, oleh sebagian teman masih sangat disangsikan mengingat reputasi beliau yang selama ini terkenal cukup baik.

Cerita dari tamu saya tadi seperti membawa saya untuk mengkaitkan cerita itu dengan isu tadi.

Maka, akhirnya saya letakkan joystik dan kemudian melibatkan diri mengobrol dengan mereka. Dari cerita tamu saya, konon sekarang memang sedang marak kejahatan dengan modus seperti ini. Wanita muda anggota sindikat tersebut bahkan bersedia menjadi istri simpanan sang Om. Setelah menjadi istri simpanan, maka dengan pengaruh guna-gunanya wanita itu menguras harta si Om. Dan berdasarkan cerita dan pengakuan dari istri yang suaminya menjadi korban, sudah beberapa orang yang menjadi korban. Tetapi dalam kasus seperti ini biasanya korban dan keluarga cenderung menutupinya karena merupakan aib keluarga. Dikalangan ibu-ibu, berita ini konon sudah mulai tersebar dari mulut ke mulut.

Pikirku, berita baru lagi ini. Baru kemarin Kebumen sempat heboh dengan beredarnya foto telanjang mahasiswi PTS di Gombong yang ternyata rekayasa, sekarang ada lagi cerita seperti ini. Mau tidak percaya, saya tidak bisa membuktikan, tetapi mau percaya saya juga tidak bisa membuktikan. Apalagi yang bercerita juga orang saya percaya tidak suka bergosip dan berbohong. Maka, akhirnya kutulis cerita tamu saya tadi di sini dengan maksud berbagi informasi.

Memang kebenarannya juga masih harus dibuktikan, tetapi modus kejahatan seperti ini memang sangat mungkin ada sehingga kita perlu melakukan langkah antisipatif. Dan kuncinya ada pada diri kita sendiri. Jika laki-laki teguh iman maka akan tahan segala godaan. Demikian pula peran istri juga sangat penting. Buatlah suami selalu merasa nyaman karena adanya istri saleha.

Hikmah dari berita itu, mudah-mudahan kita menjadi lebih tergugah untuk senantiasa menjaga keharmonisan keluarga dan meningkatkan kualitas rumah tangga. Dan bagi bapak-bapak seperti  saya, harus lebih kuat iman jika ada godaan di luar. Jangan pelototi wanita muda, cantik mempesona dan penuh rayu karena siapa tahu dia adalah anggota sindikat wanita penggoda terorganisir itu. Ingat anak istri di rumah.