Tulisan ini sebenarnya saya posting tanggal 10 Desember, tetapi karena tidak ingin beberapa tulisan terbit bersamaan, jadinya saya pending dan saya terbitkan sekarang. Kebetulan, karena ada ajakan kumpul blogger dari Kang Tajib, maka tulisan ini sekaligus sebagai jawaban dan pendapat saya terhadap ajakan kumpul tersebut.

Judulnya seperti slogan kelompok penggemar Bang Iwan Fals, Orang Indonesia (OI). Kebetulan saya juga penyuka berat lagu-lagu bang Iwan dari sebelum tahun 1990an. Menyebut Blogger Kebumen, bukan karena saya narcis, gede rasa atau bahkan tidak tahu diri, karena saya sendiri menyadari belum pantas menyandang sebutan itu.

Walaupun blogger bisa diartikan sebagai seseorang yang mempunyai dan mengelola blog, tetapi kapasitas saya hanyalah orang awam yang latah membuat blog. Nyatanya, saya hanya bisa membuat blog dengan konten sangat sederhana dan artikel yang sangat sederhana pula. Tidak menarik karena memang saya belajar otodidak tanpa punya bekal pengetahuan tentang IT dan dasar menulis yang baik.

Membaca tanggapan Kang Onokarsono atas komentar saya di blog beliau dan mengungkapkan keinginan untuk bertemu dengan blogger Kebumen, maka saya jadi tertarik menyampaikan unek-unek saya di sini. Barangkali ada respon dari teman-teman blogger dari manapun, utamanya Kebumen untuk menggagas sebuah komunitas blogger Kebumen.

Saya melihat banyak sekali blogger dari Kebumen, tetapi sepertinya masih tercerai berai dalam komunitas kecil sendiri-sendiri. Ada banyak blog(ger) dari Kebumen yang mumpuni seperti Kang Tajib, Kang Arif Hidayat, Kebumendiary, Imam Nur Satibin, komunitas Gombong Online, Komunitas Golak Net, dan lain-lain. Bahkan dulu ada WongBumen Info (sekarang sepertinya lagi rehat ya?) yang sebenarnya sudah sangat apik sebagai tempat ngumpul para blogger. Sebuah karya punya Kang Imam Nur Satibin bahkan sudah mengenalkan blog dan Banner Blogger Kebumen, tapi sepertinya kurang komunikatif dengan blogger lain sehingga kurang mendapat respon sebagai blog komunitas.

Kami dari wong-wong pinggiran Kebumen utara, Peniron dan sekitarnya juga punya komunitas kecil alakadarnya dalam Forum Komunitas Benkek (FKB).


Kami wong kampung, sadar akan kapasitasnya yang tentu tidak mungkin memprakarsai berdirinya wadah bagi para blogger Kebumen macam Andong, Lunpia dan lain-lain. Maka disinilah unek-unek itu saya tuangkan agar wacana membuat komunitas Blogger Kebumen bisa direalisasikan. Barangkali bagi yang pinter-pinter, keberadaan wadah itu tidak penting karena merasa tak perlu lagi belajar dan berbagi ilmu. Tetapi bagi kami wong ndeso keberadaannya akan menjadi penting agar dalam ngangsu kawruh tak harus lari kesana-kemari.

Blogger bukanlah sebuah profesi dan kaum ekslusif, sehingga mudah-mudahan teman-teman blogger Kebumen bisa membuka diri membuat wadah berbagi ilmu dengan kami.

Adanya wadah bagi Blogger Kebumen, akan baik untuk membangun komunikasi dan silaturahmi. Seperti komunitas bikers, siapa tahu nantinya para pemilik blog  di Kebumen dan sekitarnya akan sering ngumpul, sharing ilmu, bahkan kalau mungkin digunakan untuk mendorong Pemkab lebih memberi perhatian pada dunia IT Kebumen, mendorong lebih banyak hotspot area, bahkan siapa tahu mampu mendorong Pemkab untuk mengembangkan blog-blog kampung seperti Peniron. Yang pasti, komunitas blogger diharapkan dapat menyatukan pemikiran-pemikiran  dalam sebuah program dan tindak nyata sebagai wujud kepedulian blogger Kebumen untuk daerah kita tercinta.

Dan karena tulisan ini hanya sebuah wacana dan unek-unek, maka konsep tentang Blogger Kebumen tidak dirumuskan disini. Itu tugas Anda, kalian blogger yang pinter-pinter. Semoga tergugah dan punya kepedulian terutama untuk mencerdaskan blogger ndeso seperti kami.

Bersatulah Blogger Kebumen!