pameran-bukuMalam minggu 29 November, rencananya saya mau pulang ke Peniron seperti biasa setiap minggunya. Tetapi karena saat pulang kerja aku melihat spanduk pameran buku di perempatan jalan stadion, rencana mudik berubah karena ingin melihat-lihat acara tersebut.

Pameran buku yang bertajuk “Pesta Buku Kebumen 2008” digelar di gedung pertemuan Setda dibuka pada malam Minggu 29 November dan rencana akan ditutup Kamis 4 Desember. Pameran yang digelar oleh Epsilon Enterprise didukung oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) diikuti oleh lebih dari 30 penerbit dan penyalur buku seperti Gramedia Pustaka Utama, Tiga Serangkai, Gema Insani Press, Agro Media, dan lain-lain.

Selain pameran dan bursa buku, penyelenggara juga mengadakan kegiatan pendukung seperti festival band, lomba menggambar tingkat TK/SD/SMP/SMA, lomba menata buku, lomba karaoke, lomba cepat mencari buku, Festival rebana dan lain-lain.

Penyelenggaraan yang terkesan profesional dan banyaknya acara pendukung sepertinya cukup membuat naiknya antusiasme masyarakat untuk mendatangi acara ini. Malam pertama sehabis pembukaan saja, pelataran parkir penuh kendaraan Dan stand-stand disesaki pengunjung. Sayangnya, udara didalam cukup panas karena kurang berfungsinya pendingin ruangan dan disamping mungkin karena banyaknya pengunjung.

Di kota sekecil Kebumen, pameran buku seperti ini biasanya hanya berupa bursa buku yang hanya dilakukan di pameran-pameran sekolah sehingga boleh dibilang langka dan ditunggu-tunggu. Karenanya saya merasa rugi kalau melewatkannya. Sendirian seperti orang hilang, malam itu saya berkeliling-keliling dari stand ke stand. Lumayan lengkap buku-buku yang dipamerkan, dari fiksi, agama, teknologi, pendidikan, anak-anak, life skill dan lainnya. Harga-harganya pun cukup terjangkau karena ada diskon besar-besaran sampai dengan 70%, jauh lebih murah dari harga di toko-toko buku. Konon menurut seorang penjaga stand, pameran buku kali ini juga merupakan ajang cuci gudang.

Setelah berkeliling-keliling dalam kegerahan, saya beli satu buku untuk oleh-oleh. Sebuah buku cukup usang berjudul “Brain Power” yang saya merasa perlu beli. Siapa tahu  buku itu bisa mengobati saya yang semakin pelupa, semakin nggak nyantelan ketika membaca. Jikapun tidak, minimal buku itu dapat memotivasi saya untuk mempunyai minat baca lagi. Pesta buku ini pun, mudah-mudahan mampu meningkatkan minat baca masyarakat Kebumen.

Sayang, di samping udara yang cukup panas, biaya parkir pun lumayan mahal untuk kantong pengunjung macam saya karena untuk motor saja dikenai bea parkir 2ribu perak. Entah kalo mobil . Toh begitu, sore ini saya sudah berniat untuk jalan-jalan lagi ke sana bareng anak dan istri. Siapa tahu ada buku yang menarik dan murah.. Kemarin saya memang belum merasa puas dan teliti melihat-lihat buku-buku yang ada.

Mudah-mudahan sering ada kegiatan seperti ini lagi di Kebumen. Di samping menumbuhkan minat baca, masyarakat kota kecil ini juga punya kesempatan mencari buku2 lengkap dan murah. Kalau bisa sih, buku-buku itu bisa dipinjam gratis di perpustakaan-perpustakaan umum.

Karena kata wong pinter, kebodohan, kemiskinan dan korupsi lah yang menyebabkan bangsa ini terpuruk. Lha kok untuk pinter saja sekarang malah tambah mahal sedangkan yang sudah kaya malah pada korupsi. Lha yang bodoh dan miskin terus mau bagaimana? Hiks hiks