Hari Sabtu jam 8 pagi, warga sekitar pasar wetan Peniron dibuat geger. Pasalnya sebuah warung kelontong milik Sukmodiharto (58 tahun) terbakar. Sebab kebakaran dikarenakan kecerobohan pemilik warung yang kebetulan saat itu dijaga oleh anaknya laki-lakinya.
Pagi itu, anak lelakinya sedang melayani seorang pemuda dukuh Krajan yang membeli bensin untuk motornya. Pada saat dia menuangkan bensin dari jerigen kedalam takaran, kebetulan dia juga sedang menyalakan kompor. Tak ayal, api langsung menyambar bensin dan membakar seluruh isi warung.
Karena cepatnya api berkobar dan sulitnya mendapatkan air, pertolongan yang diberikan warga sekitar pasar tak mampu memadamkan api. Warung kelontong sederhana berukuran 5×4 meter yang menempati komplek pasar Peniron itupun ludes bersama seluruh barang dagangan. Belum jelas berapa kerugian yang dialami karena pemilik warung yang juga menjabat sebagai Kaur Keuangan di desa Peniron itu masih shock dan belum mau memberi keterangan rinci.

Karena kebakaran itu benar-benar murni sebagai kelalaian pemilik warung, maka kasus ini hanya dilaporkan kepada pemerintah desa.

Kebakaran warung yang dibangun dideretan los pasar itu seperti memberi pelajaran kepada pemilik warung. Pasalnya konon, beberapa waktu yang lalu warung itu juga pernah mengalami kebakaran serupa walaupun hanya menghanguskan bagian kecil warung dan tidak menimbulkan kerugian berarti.

Oleh masyarakat, keberadaan warung itu juga nenjadi sorotan karena konon dibangun di lokasi pasar tanpa mempunyai ijin. Jika memang betul, mudah-mudahan pihak terkait punya keberanian untuk menertibkannya.