Lebaran 1429 H telah berlalu. Kampung telah kembali sepi. Saudara-saudara perantau telah kembali ke tempatnya bekerja. Kami dan warga kampung kembali beraktifitas seperti hari-hari biasanya dan berharap mudah-mudahan berkesampatan berkumpul lagi pada lebaran tahun depan.

Walau telah lewat, lebaran masih menyisakan kenangan walaupun penat dan lelah juga masih sangat terasa. Lelah dan penat yang saat lebaran tidak kita rasakan karena terkalahkan oleh suasana bahagia. Liburan seminggu terasa sangat pendek sehingga banyak rencana yang dengan terpaksa tidak terlaksana. Mudah-mudahan tahun depan ada libur lebih panjang lagi… Pun kepada saudara-saudara yang tidak berkesempatan untuk mudik, mudah-mudahan ada kesempatan di tahun depan..

Kepada teman-teman yang tidak sempat kami sapa kemarin, kami mohon maaf lahir batin. Karena terbatasnya waktu, kami tak sempat bertatap muka bahkan sekedar menyapa melalui telepon pun terabaikan. Mudah-mudahan ada waktu luang pada saatnya nanti.

Lebaran atau badan dalam bahasa Peniron, sebuah hari raya keagamaan yang telah menjadi tradisi nasional. Demikian pula bagi kita warga Peniron dan sekitarnya, daya tarik badan dengan banyak kenangan dan tradisinya telah membuat moment badan menjadi magnet yang luar biasa untuk tak terlewatkan.

Khusus kepada saudara-saudara kami di perantauan, selamat menjalankan aktifitas kembali. Kami tunggu kedatangannya tahun depan untuk membuat lebaran di kampung ini menjadi lebih berbeda.