Untuk kesekian kalinya, Desa Peniron mendapatkan bantuan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMD). Dulu, program ini dinamai PPK (Program Pemberdayaan Kecamatan). Mungkin karena program ini dianggap sudah berhasil memberdayakan kecamatan, maka lingkup sasaran pengembangan pun dirubah sehingga nama program pun menjadi PNPMMD. Sebagai kesinambungan program terdahulu, program ini tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya dalam prosedurnya yang sedikit lebih ketat.

Untuk mendapatkan dana tersebut, dilakukan dengan sistem kompetisi berdasarkan ajuan dari tiap desa. Tahun ini, desa Peniron berhasil mendapatkan dana Rp. 224 juta. Sesuai dengan ketentuan, dana ini dikelola oleh LKMD sebagai penanggung jawab program dan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Sesuai proposal yang diajukan, dana Rp. 224 juta tersebut digunakan pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk fisik sebesar 187 juta meliputi:
– Pembangunan jembatan Bulugantung – Karangduren dengan konstruksi box culvert 3×11 meter, sebesar Rp. 75 juta.
– Pekerjaan betonisasi, gorong-gorong dan talud jalan Bulugantung – Geblug – Karangduren sebesar Rp. 112 juta.

Untuk non fisik sebesar Rp. 37 juta digunakan sebagai dana simpan pinjam bergulir pada 8 kelompok. Dana ini diusulkan dengan harapan untuk pemberdayaan perempuan dan pengelolaannya pun oleh ibu-ibu. Sayangnya, usulan pelatihan batik tulis yang diharapkan dapat membekali masyarakat untuk lebih mandiri belum disetujui.

Sebagian mungkin bertanya, kenapa program yang cukup besar itu hanya direalisasikan di satu lokasi? Jawabnya karena aturan PNPMMD memang harus seperti itu, Pembangunan fisik harus terintegrasi di satu titik, tak boleh berpencar.

Diperkirakan, saat lebaran pekerjaan fisik sudah selesai 100% dan dapat digunakan untuk menunjang aktifitas masyarakat. Besok, warga Karangduren khususnya, tidak lagi harus menyeberang sungai karena jalan beton yang diperlebar dan jembatan dengan konstruksi box culvert sudah siap digunakan. Untuk mencapai target waktu tersebut, pekerjaan yang ditarget mendulang swadaya masyarakat sebesar 30juta dikerjakan siang malam dengan dukungan kerja bakti.

Sebagai dana pemberdayaan, proses PNPMMD diharapkan dapat berjalan sesuai tujuan yaitu memberdayakan masyarakat. Tujuan dari PNPMMD yang membidik kemiskinan sebagai obyek program diharapkan dapat terwujud dengan terbangunnya akses-akses untuk pemenuhan kebutuhan dasar, ekonomi dan politik dalam bentuk sarana jalan dan dana simpan pinjam. Utamanya adalah masyarakat miskin di Peniron yang barangkali berjumlah lebih dari 2/3 jumlah penduduknya.

Pembangunan prasarana jalan dan pendukungnya pada jalur Bulugantung – Geblug – Karangduren diharapkan akan mengurangi beban masyarakat akibat mahalnya biaya akibat sarana jalan yang tidak memadai.

Sebagai desa yang luas dengan 951 hektar, 46 RT, 10 RW, 8 Dusun dengan medan pegunungan yang susah, masih banyak daerah di Peniron yang senasib bahkan lebih tertisolir.

Maka dibutuhkan kerja keras, kebersamaan dan sikap bijak dari seluruh elemen masyarakat untuk dapat mengeluarkan masyarakat dari ketidakberdayaan.
Sebagai keluarga besar, maka eleman desa ini haruslah ibarat elemen tubuh kita yang harus saling mendukung untuk mampu menggeliat menatap masa depan. PNPMMD adalah makanan stimulan yang tidak bisa menggantikan makanan pokok yang harus kita konsumsi agar tubuh sehat alami.