Hari Minggu, 20 Juli 2008 bertempat di masjid besar Baiturrohim dilangsungkan peringatan hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1429 H. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana masing-masing masjid mengadakan Peringatan Hari Besar Islam sendiri-sendiri, tahun ini PHBI dilaksanakan bersama di satu masjid. (yang dimaksud masjid di Peniron adalah masjid yang digunakan untuk melaksanakan sholat Jum’at. Ada 4 buah masjid yang digunakan untuk sholat Jum’at, yaitu Masjid di Dusun Klapasawit, Dusun Bak, Dusun Rayung dan Masjid Besar Baiturrohim-red).

Karena dilaksanakan “kolektif” sehingga diikuti seluruh masyarakat dari segala penjuru Peniron, peringatan Isro Mi’roj kali ini terasa sangat meriah. Disamping masyarakat setempat, banyak tamu undangan dari tetangga desa yang menghadiri peringatan ini.

Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB terpaksa molor sampai jam 10.00 WIB karena banyaknya masyarakat yang terus berdatangan sehingga Panitia akhirnya disibukkan untuk menerima dan menata hadirin. Sampai acara akan dimulai, tempat yang disediakan Panitia yaitu seluruh halaman masjid dan masjid penuh. 1000 kursi yang tersedia terisi penuh sehingga disamping dalam masjid, hadirin tua muda, ibu, bapak dan anak-anak rela mengikuti acara sambil lesehan ditepi jalan maupun diteras-teras rumah. Hadirin diperkirakan lebih dari 2000 orang karena dari catatan jumlah “besek (seperti dus tempat nasi catering tapi terbuat dari bambu)” yang mencapai 3000 buah, hanya tersisa tak lebih dari 200 buah.

Acara yang dibawakan oleh Mas Achmad Suyuti, dibuka dengan pembacaan umul kitab yang dipimpin oleh K. Khudlori Iksan. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, Bapak Nur dari Klapasawit.

Kepala Desa Triyono Adi dalam sambutan berikutnya menyampaikan banyak hal. Dengan gaya orasinya yang khas, tegas dan tandes, beliau mampu membuat hadirin menyimak semua yang beliau sampaikan. Beliau berharap semoga bersatunya peringatan Isro Mi’roj ini menjadi tonggak semangat agar ke depan masyarakat lebih mempererat silaturahmi dan persatuan. Hal lain yang disampaikan adalah beberapa hal menyangkut program-program Pemerintah dan Pemerintah Desa seperti BLT, PAMSIMAS, ADD, dan lainnya.

Setelah sambutan bapak Kadar, BA selaku camat Pejagoan, acara hikmah Isro Mi’roj disampaikan oleh Ustadzah Dra. Titik Sri Wahyuni dari Kutowinangun. Disamping karena seorang perempuan, gaya khas dalam membawakan hikmah Isro Mi’roj juga disukai hadirin. Apalagi pada saat beliau berkolaborasi membacakan shalawat dengan diiringi musik janeng, sungguh sangat menarik dan sangat khas. Ya, group janeng Sri Lestari dari Krajan memang merupakan salah satu grup janeng yang handal, bahkan belum lama ini tampil di radio In FM.

Selepas uraian hikmah Isro Mi’roj, acara ditutup dengan doa penutup dipimpin oleh K.H. Asmuni. Usai sudah acara yang berlangsung dengan lancar. Kerja keras Panitia dan dukungan luar biasa masyarakat akhirnya berbuah sukses.

Semoga hikmah Isro Mi’roj semakin menguatkan taqwa kita kepada Alloh SWT. Amin…