Tahun ini Peniron mendapat dana ADD sebesar 133.270.924,-. Dana yang cukup besar jika digunakan dengan sebaik-baiknya. Dari dulu sejak masih dinamai Bandes, dana bantuan ini bagaikan dana tiban. Bahkan meninabobokan desa yang akhirnya malas menggali potensi dana dari desanya sendiri. Kalaupun digali, pemanfaatan dan pertanggungjawabannya pun ruwet bagai benang kusut.

Mengenai dana ADD (Alokasi Dana Desa) bagai dana-dana yang lain, tidak pernah ada laporan penggunaan yang transparan dan akuntabel, terutama untuk dana yanng dialokasikan untuk non fisik. LPJ hanya sekedar memenuhi legal formal dari desa ke kecamatan, tetapi tertutup untuk konsumsi publik karena pasti penuh rekayasa. Bahkan jika masyarakat membutuhkan informasi, pihak-pihak terkait hanya bermain petak umpet dan lempar batu sembunyi tangan.

Begitu mudahkah masyarakat dibodohi dengan sandiwara? Sebenarnya tidak. Hanya sikap toleranlah yang membuat ketidakpuasan masyarakat hanya disimpan dan menjadi sekedar pembicaraan ketika “ngendong”, nongkrong dan kalau siskamling masih ada pasti juga digardu-gardu ronda.

Masyarakat punya hak untuk mengawasi penggunaan dana itu, karenanya tabel perencanaan ADD tahun ini dibawah mungkin bisa jadi acuan untuk kita mengawasi bersama-sama. Sikap kritis kita bukan berarti tak loyal, justru loyal tanpa sikap kritis hanya akan melahirkan “persekongkolan”.

Berikut ploting dana ADD desa Peniron 2008 berdasarkan musyawarah tanggal 26 Juni 2008:

Betonisasi jalan Kadus Klapasawit : 60.000.000,-
Kegiatan PKK Desa??? : 9.000.000,-
Perbaikan lapangan desa : 17.000.000,-
ATK dan operasional Pemdes?? : 13.681.277,5
ATK dan opersional LKMD : 6.000.000,-
ATK dan opersional BPD : 6.000.000,-
Uang tali asih anggota LINMAS : 5.000.000,-
Uang tali asih Ketua RT dan RW : 8.700.000,-
Bantuan untuk TK PGRI?? : 1.000.000,-
Bantuan sewa wales pengaspalan jalan Curug – Silampeng : 2.000.000,-
Biaya pembuatan patokisasi tanah desa : 2.889.647,5
Kaderisasi pemuda : 2.000.000,-
Itulah rencana penggunaan ADD tahun ini. Jika terlihat asal-asalan, memang ADD dan keuangan desa tidak pernah terencana dengan baik dan matang.

Dan itulah tugas kita untuk memperbaikinya kedepan. Mohon tanggapan dan masukan dari rekan-rekan untuk perbaikannya.