Pilgub Jateng 2008 telah usai. Walau hasil resmi belum diumumkan, tetapi hasil quick count menetapkan pasangan Bibit – Rustri-lah yang keluar sebagai pemenang. Sebagai warga Kebumen, mudah-mudahan hasil resmi dari KPUD tak berbeda dengan hasil quick count lembaga survey.
Dari beberapa kali Pemilu, mungkin baru Pilgub inilah yang memunculkan beberapa hal baru hasil kreatifitas pekerja KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).
Selain bertujuan membuat sensasi tentunya, kreatifitas ini juga dimaksudkan agar suasana KPPS lebih menarik sehingga membuat calon pemilih menjadi tertarik untuk menggunakan hak pilihnya.

Diantara keunikan itu antara lain:

  • Di TPS V yang berlokasi di Perkutukan, para punggawa KPPS menggunakan adat Jawa sebagai seragam. KPPS yang diketuai Bapak Kasid ini menggunakan pakaian adat Jawa lengkap minus keris. Hal ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi calon pemilih.

  • Keunikan lain ada di TPS VI dengan menggunakan 2 (dua) jenis huruf pada papan petunjuk di TPS yaitu huruf Jawa dan Latin. Disamping itu, TPS ini memodifikasi atap TPS berupa atap yang dibentuk kerucut besar. Sekilas, atap itu mirip atap arena pertunjukan semacam sirkus.

  • Lain lagi di TPS VIII Jati. KPPS menyediakan tempat tidur di dalam TPS untuk tempat istirahat. Barangkali KPPS berusaha memberi perhatian lebih bagi pemilih yang ingin tidur sejenak karena nonton EURO sebelum mencoblos. Ada-ada saja…

Lepas dari keterbatasannya, kreatifitas ini tentu perlu diapresiasi lebih oleh kita. Dengan dana yang sangat terbatas, ternyata sebagian KPPS bisa berkreasi demi lebih suksesnya Pemilu. Tentu pada masa yang akan datang, mudah-mudahan keunikan-keunikan kemarin menjadi inspirasi bagi TPS lain untuk menampilkan sesuatu yang lebih baik dan produktif lagi. Dan kepada penyelenggara Pemilu diatas KPPS, mudah-mudahan bisa memberi apresiasi lebih atas upaya pengurangan Golput ini.