Jenitri atau genitri atau ganitri atau rudraksha bagi masyarakat Peniron bukan hal yang asing lagi. Budidaya tanaman dengan hasil yang sangat menjanjikan keuntungan yang luar biasa, sudah dilakukan masyarakat secara tradisional sejak tahun 80an. Daerah sekitar Peniron yang sangat terkenal dengan budidaya tanaman ini sejak lama adalah desa Pengaringan, Condongcampur dan dusun nDiwung desa Kajoran. Daerah ini berada dipuncak bukit dan merupakan sentra agro jenitri selain tanaman cengkeh. Budidaya jenitri-lah yang sejak dulu menciptakan saudagar-saudagar di desa-desa di puncak bukit itu.
Seiring perkembangan, kini jenitri telah dibudidayakan hampir menyeluruh di Kebumen. Dengan eksperimen dan teknik-teknik tertentu, saat ini bahkan telah dihasilkan bibit tanaman jenitri kualitas super. Jenitri ini dihasilkan dari teknik stek dan dengan perawatan yang baik akan menghasilkan biji jenitri yang baik.

Di Peniron, daerah yang paling banyak populasi jenitri adalah Dusun Perkutukan. Hampir setiap jengkal, tanah di daerah ini ditanami jenitri. Jika anda mulai masuk dusun Bulugantung, jenitri bahkan menjadi pohon pelindung jalan. Bahkan beberapa tahun terakhir tanaman jenitri dikembangkan dikawasan hutan milik Perhutani di dusun itu. Saat musim panen jenitri seperti saat ini, hampir seluruh masyarakat di sana menikmati hasil panennya dengan keuntungan yang sangat menjanjikan. Betapa tidak, di dusun itu sebuah pohon jenitri ada yang menghasilkan lebih dari 10 juta!

Di daerah itu, teknik budidaya juga sudah lebih maju. Salah satunya adalah dengan teknik stek untuk menghasilkan kualitas biji yang lebih baik. Menurut Syadin, salah satu petani agro jenitri yang mulai mengembangkan teknik stek, dia telah menghasilkan puluhan pohon jenitri dan dalam 1-2 tahun diharapkan bisa memanen hasilnya. Pembudidaya jenitri yang lain adalah Kasidin, dia bahkan telah mengembangkan jenitri stek dalam ratusan pot yang terbuat dari tong-tong aspal. Awalnya, dia hanya membudidayakan bibit jenitri untuk ditanam sendiri, tetapi karena banyak yang datang dan berniat membelinya, maka sebagian bibit itu pun terpaksa dijualnya.

Dari prospek jenitri yang saat ini masih berharga sangat tinggi, jika perawatannya maksimal, maka dalam 2 tahun bisa dipastikan dia akan meraup keuntungan yang lumayan. Bayangkan jika dalam 1 pot menghasilkan 500.000, bukankah dari 100 pot saja dia bisa meraup hasil 50 juta?

Di Perkutukan dan tetangga desa Peniron, sudah banyak juragan-juragan jenitri yang menjadi pengepul. Mereka, disamping membeli biji yang sudah diolah dari petani, mereka juga mau membeli jenitri yang masih dipohon dan memanennya sendiri. Bahkan mereka banyak yang melakukan sewa pohon dalam tahunan. Caranya, pohon-pohon jenitri milik petani mereka sewa secara tahunan. Petani yang sudah menyewakan pohon jenitrinya akan menyerahkan perawatan hingga hasil panennya sebagai hak penyewa.

Nah, bagi Anda yang baru mengenal jenitri dan berminat mempelajari lebih jauh tentang jenitri, atau berbagi ilmu atau berminat membeli bibit, silahkan kontak langsung mas Kasidin di Hp 081328037079, atau langsung datang ke Perkutukan, desa Peniron, Pejagoan.