Desa Peniron, sebuah desa 12 km sebelah utara dari kota Kebumen. Sebuah desa kecil di kabupaten kecil.. Secara administratif, desa Peniron menjadi bagian dari kecamatan Pejagoan dan merupakan desa terluas di kecamatan ini dengan luas tak kurang dari 980 Ha. Jumlah penduduk menetap tahun 2007 kurang lebih 8000 jiwa.
Di desa inilah saya menghabiskan masa kecil hingga setua sekarang. Saya menamatkan pendidikan SD di SDN 1, salah satu sekolah dasar dari 4 sekolah dasar yang ada di desa saya. Saya meneruskan pendidikan SMP hingga lulus tahun 2000 di sebuah SMP Negeri di kota Kebumen walaupun saat itu di desa saya juga sudah ada SMP PGRI. (sekarang sudah tidak ada karena sudah berdiri sebuah SMP Negeri 2 Pejagoan).

Desa Peniron berbatasan langsung dengan desa Kebagoran di sebelah selatan, Watulawang dan Pengaringan di sebelah barat, desa Logandu dan Karangreja (Kecamatan Karanggayam) di sebelah utara dan desa Seling dan Kedungwaru (kecamatan Karangsambung) di sebelah timur yang dibatasi Sungai Luk Ulo. Topografi desa Peniron terdiri dari lembah, dataran rendah dan pegunungan, sehingga Peniron punya banyak sungai, sawah dan hutan yang luas, dan jalanan yang naik turun.

Dari letak geografis yang dikelilingi banyak desa dan didukung struktur topografi yang berbeda dari desa lain, Peniron tumbuh menjadi desa yang penuh potensi, sehingga menjadi pilot project kawasan desa berkembang. Sehingga walaupun berada cukup jauh dari kota, Peniron mempunyai sarana publik yang cukup memadai mulai dari masjid besar, lapangan olah raga, pasar, terminal angkutan, klinik kesehatan, serta fasilitas pendidikan dari TK hingga SLTP.

Sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah bertani, dengan rata-rata mempunyai luas lahan yang sangat terbatas. Sebagian kecil adalah PNS/TNI/Polri dan wirausaha. Karena kondisi itu pula, sebagian besar teman-teman saya mencari nafkah menjadi perantau diluar Peniron bahkan menjadi TKI/TKW. Bersambung…