PROBLEMATIKA PETANI TEMBAKAU

4 Komentar

Tanaman tembakau menjadi komoditi perkebunan pengganti palawija bagi petani Peniron di musim kemarau. Hampir sebagian besar sawah di Peniron yang tadah hujan disulap menjadi ladang tembakau.
Seperti daerah lain, terutama desa-desa di kecamatan Karanggayam seperti Pagebangan, Clapar, Logandu, Kebakalan dan sekitarnya, budidaya tembakau menjadi andalan petani untuk berharap mendapat keuntungan yang besar.
Dari jenisnya, tanaman tembakau di Peniron juga sama seperti daerah di atas, yaitu tembakau dengan daun tebal yang tentu mempunyai kadar nikotin yang cukup tinggi.
Di Peniron ada jenis tembakau yang menjadi primadona dan cukup terkenal dikalangan petani dan tengkulak/pedagang tembakau, yaitu tembakau Kali Keji. Dinamakan demikian karena tembakau jenis ini adalah tembakau yang ditanam disepanjang daerah kali Keji, anak sungai Cungkup.

Bagi penikmat dan pedagang, tembakau dari daerah ini konon mempunyai rasa yang khas dan lebih baik dari daerah lain sehingga harga jualnya pun lebih tinggi. Bahkan untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, para juragan tembakau mencampurnya dengan tembakau dari daerah lain seperti dari Karanggayam yang harganya lebih murah.

Bertanam tembakau sebenarnya sangat menguntungkan petani karena harga jual yang didapat cukup tinggi. Seorang petani tembakau Ratim (43 tahun) menuturkan, tahun lalu dari bertanam 400 ubin yang ditanami sekitar 5000 batang, dirinya bisa mendapat uang sekitar 5.000.000,- dari tengkulak tembakau.

Tetapi, ada beberapa kendala yang selalu menghantui petani tembakau Peniron diantaranya :

  1. Kendala permodalan. Bertani tembakau memerlukan perawatan yang ekstra untuk mendapatkan tembakau yang baik. Dengan harga pupuk dan obat pertanian yang mahal tentu sangat memberatkan petani.
  2. Kendala pemasaran. Di Peniron, petani tidak menguasai akses pemasaran sehingga menjadi makanan empuk bagi para tengkulak. Yang lebih tragis, model pembayaran dari tengkulak tidak cash and carry.
  3. Kendala alam. Semakin kurangnya sumber air untnuk merawat tanaman sangat mempengaruhi beratnya menanam tembakau bagi petani. Bahkan, demi mendapatkan air, petani menyirami tanaman pada malam hari. Belum lagi, karena sekarang banyak yang menggunakan pompa air, maka ada biaya tambahan untuk membeli pompa air karena jika tidak menggunakan pompa tidak akan mendapatkan air.
  4. Kendala manajerial. Terutama karena tidak adanya kelompok tani tembakau, maka kendala permodalan dan pemasaran selalu menjadi masalah klasik. Posisi tawar petani yang sangat lemah menjadikan petani tembakau hanya menjadi korban permainan oleh para tengkulak. Perlu ada pendampingan/pembinaan untuk pemberdayaan terhadap petani.

Entah sampai kapan daur ketidakberdayaan ini akan selalu menghantui petani tembakau. Padahal, dengan kualitas tembakau yang baik, seharusnya petani bisa menjadikan posisi tawar tinggi dimata pemilik modal.

Seharusnya, karena di tiap kecamatan ada Petugas Lapangan Pertanian (PPL), masalah seperti ini menjadi ladang garapannya untuk membantu petani lebih berdaya.
Atau mungkin dari pihak Pemerintahan Desa mulai memberi perhatian dengan memfasilitasi kepentingan petani tembakau.

SOSIALISASI ADD

2 Komentar

Bertempat di balai desa Peniron, hari Kamis 26 Juni 2008 berlangsung sosialisasi ADD (Alokasi Dana Desa) tahun 2008. Seperti biasa jika berkaitan dengan duit, maka sosialisasi dihadiri banyak undangan dari unsur Pemdes, BPD, LKMD, PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyaakat sampai ketua-ketua RW dan RT.

Tahun ini, dana ADD untuk desa Peniron sekitar Rp. 130 juta dan kemungkinan akan cair pada sekitar pertengahan bulan Oktober. Sesuai ABPDes Desa Peniron tahun 2008, dana ADD dimasukkan sebagai salah satu pos pendapatan desa. Tahun ini, dana tersebut dianggarkan khusus untuk membiayai perbaikan lapangan desa, operasional Pemdes dan lembaga lain seperti BPD, LKMD, PKK dan Karang Taruna.

Untuk kegiatan fisik selain perbaikan lapangan, anggaran terbesar dialokasikan untuk perbaikan/rabat beton jalan menuju Klapasawit atas sejauh kurang lebih 800 meter.

Sayangnya, sampai sosialisasi ADD tahun ini, belum satupun pihak-pihak penerima bantuan ADD yang menyampaikan LPJnya, kecuali pembangunan jalan Jati – Watucagak. Untuk dana yang dikelola Pemdes, BPD, LKMD, Karang Taruna dan PKK, sampai saat ini belum satupun yang membuat LPJ.

Ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama dan menjadi kendala pada misi pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Untuk berbenah, semua kembali pada kemauan pihak-pihak yang terkait.

MAKAM MBAH WATUPECAH

4 Komentar

Secara tak sengaja, kami “menemukan” tempat ini saat pemakaman Mbah kami tercinta Atmapawira hari Senin 23 Juni kemarin.
Disela acara pemakaman di TPU Bulugantung, teman kami mengambil gambar sebuah makam. Sebuah makam khas, tetapi bentuknya memang sangat berbeda dari makam-makam sekelilingnya, terutama dari ukuran dan modelnya. Material makam berbahan kayu jati dengan lantai menggunakan batu yang tertata rapi dan berdinding keliling kayu jati.

Sebagian orang, terutama di Peniron dan orang-orang yang gemar melakukan ritus spiritual memang mengistimewakan makam tua ini karena merupakan makam salah satu tokoh Peniron jaman dulu.

Kami memang belum mendapatkan narasumber yang tahu persis sejarah mengenai Mbah Watupecah, tetapi beliau memang merupakan salah satu sesepuh dan ksatria desa.

Karena hal di atas, makam ini menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang. Setiap warga Dusun Bulugantung dan Perkutukan yang nyekar/ziarah/resik ke makam leluhur, wajib hukumnya untuk ziarah dulu ke makam ini. Maka tak mengherankan jika sisa pembakaran kemenyan yang dibakar peziarah beronggok tinggi.

Dulu pada saat SDSB masih ada, makam ini selalu ramai oleh para pecandu judi untuk berharap mendapat semacam “wangsit”. Sekarangpun, tempat ini masih menjadi tujuan ziarah bagi sebagian orang dengan berbagai tujuan.

Jika Anda menyukai petualangan mistis, peziarah atau ingin sekedar uji nyali, Anda boleh datang ke makam yang “horor” ini. Tentu dengan segala resiko yang harus berani Anda tanggung sendiri.

PERNIK UNIK DI TPS PILGUB 2008

9 Komentar

Pilgub Jateng 2008 telah usai. Walau hasil resmi belum diumumkan, tetapi hasil quick count menetapkan pasangan Bibit – Rustri-lah yang keluar sebagai pemenang. Sebagai warga Kebumen, mudah-mudahan hasil resmi dari KPUD tak berbeda dengan hasil quick count lembaga survey.
Dari beberapa kali Pemilu, mungkin baru Pilgub inilah yang memunculkan beberapa hal baru hasil kreatifitas pekerja KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).
Selain bertujuan membuat sensasi tentunya, kreatifitas ini juga dimaksudkan agar suasana KPPS lebih menarik sehingga membuat calon pemilih menjadi tertarik untuk menggunakan hak pilihnya.

Diantara keunikan itu antara lain:

  • Di TPS V yang berlokasi di Perkutukan, para punggawa KPPS menggunakan adat Jawa sebagai seragam. KPPS yang diketuai Bapak Kasid ini menggunakan pakaian adat Jawa lengkap minus keris. Hal ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi calon pemilih.

  • Keunikan lain ada di TPS VI dengan menggunakan 2 (dua) jenis huruf pada papan petunjuk di TPS yaitu huruf Jawa dan Latin. Disamping itu, TPS ini memodifikasi atap TPS berupa atap yang dibentuk kerucut besar. Sekilas, atap itu mirip atap arena pertunjukan semacam sirkus.

  • Lain lagi di TPS VIII Jati. KPPS menyediakan tempat tidur di dalam TPS untuk tempat istirahat. Barangkali KPPS berusaha memberi perhatian lebih bagi pemilih yang ingin tidur sejenak karena nonton EURO sebelum mencoblos. Ada-ada saja…

Lepas dari keterbatasannya, kreatifitas ini tentu perlu diapresiasi lebih oleh kita. Dengan dana yang sangat terbatas, ternyata sebagian KPPS bisa berkreasi demi lebih suksesnya Pemilu. Tentu pada masa yang akan datang, mudah-mudahan keunikan-keunikan kemarin menjadi inspirasi bagi TPS lain untuk menampilkan sesuatu yang lebih baik dan produktif lagi. Dan kepada penyelenggara Pemilu diatas KPPS, mudah-mudahan bisa memberi apresiasi lebih atas upaya pengurangan Golput ini.

PERTAPAN

2 Komentar

Oleh : Sumedi Sastrawiharja

Pertapan berasal dari bahasa Jawa “tapa” atau lebih dikenal dengan semedi dalam Bahasa Indonesia. Secara lengkap imbuhan dari kata dasar tersebut adalah menyatakan sebuah tempat untuk bertapa atau bersemedi.

Dalam peradaban Jawa pada masa lalu sebelum berkembangnya budaya Islam di tanah Jawa, bertapa adalah media munajat kepada sang Kholik. Bahkan sampai dengan sekarang dalam agama atau kepercayaan tertentu menggunakan cara bertapa dalam bermunajat kepada Tuhan-nya.

Adalah sebuah tempat, 14 km dari Kebumen tepatnya di Desa Peniron RT. 05/06 Pejagoan. Pertapan Arjuna demikian para pendahulu menyebutnya.

Sebagaimana tempat yang disucikan tempat ini mempunyai ketinggian diatas rata-rata. Dengan batu menyerupai altar selebar 2 x 2m dan beberapa lainnya menyerupai kursi kecil (dhingkik, jawa) tertata rapi. Diantara beberapa dhingklik tersebut ada sebuah dihngklik dengan ukuran lebih besar dan lebih tinggi. Sedangkan di belakang dingklik besar tersebut, sebatang pohon besar dan langka bertengger di atas batu dengan tegar.

Konon pada zaman dahulu, dua generasi yang silam dan sebelumnya tempat ini sering digunakan untuk tempat bertapa. Namun kebanyakan dari mereka yang datang bukanlah dari masyarakat setempat, namun lebih banyak dari luar daerah. Mengenai sejauh mana hasil dari bertapa di tempat ini, kita tidak tahu tetapi pada kenyataannya selalu saja ada yang datang. Di bawah pohon sebelah timur itulah rupanya tempat favorit bagi sang pertapa. Entah mengapa titik tersebut yang dijadikan tempat favorit.

Para pertapa biasanya datang pada malam hari sebelum jam 24.00 dan langsung menuju lokasi karena tidak ada juru kuncinya. Metode bakar kemenyan, kembang tujuh rupa, air putih adalah kelengkapan ritual yang biasanya tempatkan di bawah pohon tersebut sebagai sesaji. Adapun kadang kala juga terdapat perlengkapan sesaji yang lain, barangkali disesuaikan dengan hajat ritual sang pertapa.

Beberapa sumber sempat bercerita tentang kejadian-kejadian misterius yang terjadi di pertapan ini. Seperti halnya munculnya obor yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan titik yang menyala bergantian di tempat itu. Dalam istilah masyarakat setempat disebut dengan kemamang yang ditafsirkan sebagai obor gaib. Selain kemamang, sering terdengar juga suara keramaian baik tangisan, teriakan ataupun riuh gemuruh. Namun anehnya lagi kebanyakan keanehan-keanehan tersebut di rasakan oleh masyarakat yang letaknya jauh dari lokasi pertapan dan tidak dirasakan sama sekali oleh masyarakat terdekat.

Entah kapan dan siapa yang dapat menceritakan kisah sebelumnya secara lebih detil. Kepada pembaca yang kebetulan mengetahui tentang Pertapan Arjuna ini, silahkan mengirim e mail kepada admin.

Salam…

INFO PILGUB JATENG 2008 (2)

Tinggalkan komentar

Oleh : Sumedi Sastrawardaya, Ketua PPS Peniron

PELAKSANAAN PILGUB DAN WAGUB JATENG

Gelaran pesta Pilgub Jateng serentak dibuka hari Minggu pukul 07.00 WIB. Dari 11 TPS di desa Peniron, semua berjalan dengan lancar dan aman. Walaupun tidak ada pelatihan khusus (santiaji) bagi KPPS, tetapi proses pemungutan suara berjalan dengan baik.

Perhitungan suara dimulai setelah pemungutan suara serentak ditutup jam 13.00 WIB. Adapun hasil perhitungan dan perolehan suara masing-masing pasangan adalah sebagai berikut :
BAMBANG – ADNAN 183
AGUS – KHOLIQ 78
SUKAWI – SUDHARTO 104
BIBIT – RUSTRI 2191
TAMZIL – RAIS 160

Sayangnya, ada 2100 calon pemilih dalam DPT yang tidak memilih, tetapi berdasarkan cheking pada DPT, hampir seluruh yang tidak hadir adalah mereka yang berada di perantauan.

Kami ucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak sehingga Pilgub di Peniron berjalan dengan baik, terutama kepada rekan PPS dan KPPS yang dengan segala keterbatasan (terutama anggaran) tetap bersemangat untuk bekerja.

Selamat juga kepada Bibit – Rustri yang telah menjadi pemenang di rumah sendiri.

INFO PILGUB JATENG (1)

3 Komentar

Oleh : Sumedi Sastrawardaya, Ketua PPS Desa Peniron

PERSIAPAN PILGUB DAN WAGUB JATENG

Pesta demokrasi Jateng akan di gelar besok Minggu tanggal 22 Juni 2008. PILGUB Jateng akan bertarung 5 (lima) pasangan Calon Gubernur dan wakilnya yang sudah pasang kuda-kuda menurut strategi dan caranya masing-masing.

Lima pasang calon yaitu :

1. Drs. BAMBANG SADONO – Drs. H. MUHAMMAD ADNAN (Partai GOLKAR)
2. Mayjend (Purn) H. AGUS SUYITNO – Drs. H. KHOLIK ARIF (PKB)
3. H. SUKAWI SUTARIP – DR. SUDHARTO (Partai Demokrat – PKS)
4. Letjend (Purn) H. BIBIT WALUYO – Dra. Hj. RUSTRININGSIH, M.Sc (PDIP)
5. Ir. H. M. TAMZIL – Drs. H. ROZAQ RAIS

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Peniron telah melakukan berbagai persiapan untuk penyelenggaraan PILGUB 2008, dengan 3 orang personil yaitu (Ketua: Sumedi S.; Anggota: Darsono, S.PdI; Anggota: Sadam) telah berhasil memenuhi dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan tahapan PILGUB Jateng 2008.

Untuk pemungutan suara Pilgub di Peniron dibagi dalam 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah Pemiliih sesuai dalam Daftar Pemilih Tetap: 4.664 Jiwa pemilih, terdiri dari Laki-laki = 2.412 orang dan Perempuan = 2.252 orang.

Mohon doa dan dukungannya semoga dapat berjalan dengan lancar, aman dan LUBER.

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.